Kurangnya Perhatian Pemkot Depok Akan Pelanggaraan Lalu Lintas

aaaaaaaaaaaaaaa


Editor: Ady Anugrahadi

DEPOK, OnTime.  Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh Angkutan Umum Depok, Jawa Barat masih menjadi permasalahan yang rumit sampai saat ini. Banyak factor yang menyebabkan masalah tersebut masih tak terselesaikan, diantaranya adalah ketidaktegasan pihak berwajib dalam mentertibkan Angkutan yang ‘Nakal’, Jumlah Angkutan Umum yang tidak sesuai dengan ruas jalan, tidak adanya jam operasional, Supir yang ugal-ugalan saat mengendarai, dan lain sebagainya.

Saat ditanyai tentang penertiban Angkutan Umum  “Memang sudah tugas Dinas Perhubungan dalam melakukan tindakan berupa teguran dan tilang kepada supir Angkutan yang ‘nakal’, teguran yang kami berikan bermacam-macam dilihat dari kasus yang dilakukan oleh supir Angkutan Umum itu sendiri” kata Ade saat di temui di Kantor Dinas Perhubungan Kota Depok, Jawa Barat.

Beliau juga mengatakan ”Apabila Angkutan Umum berhenti, dengan menurunkan/ menaikan LANSIA di sembarang tempat,  kami juga mempunyai naluri kemanusiaan yaitu dengan menegur secara halus dan memaklumi tindakan supir tersebut ujarnya”.

Dari pihak kepolisian juga tidak ingin disalahkan, atas masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Angkutan Umum , saat kami menemui kepolisian di Ramanda Depok Suhada berkata “Untuk ditertibkan kemungkinan, sangat kecil karena jumlah volume kendaran terlalu banyak, hal itu tidak sebanding dengan jalan itu sendiri”

Kesadaran disiplin berlalu lintas pengemudi Angkutan Umum di wilayah tersebut juga masih terbilang rendah. terbukti dari banyaknya Angkutan Umum yang melanggar lalulintas dengan tidak mematuhinya rambu-rambu dijalan tersebut.

“Gua ngejar setoran juga, jadi bawaannya buru-buru, jadi ga mikirin deh rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan-jalan, tapi gua tetep mikirin kenyamanan dan keselamatan penumpang gua ungkap Supri saat diwanwancara di Bengkel Mobil.

Bukan hanya ketidaktegasan aturan Jam operasional terhadap Angkutan Umum juga tidak ada, serta longgarnya aturan tentang pembatasan Angkutan Umum.

Saat menanyakan tentang Jam Operasional Angkutan Umum “Jam Operasional tidak diatur Dinas Perhubungan, tetapi pemilik Angkutan itu sendiri yang mengatur jam Operasional, sampai saat ini kami hanya mengatur jam opersional TAXI dan BUS, hal itu karena Angkutan Umum sifatnya masih milik perseorangan belum dikelolah oleh suatu Badan Resmi” kata Ade.

Ade juga menambahkan masalah aturan terhadap pembatasan dan peremajaan Angkutan Umum “Bahwa aturan tersebut sudah di keluarkan berdasarkan keputusan walikota sejak tahun 2004, sejak itu dilihat Angkutan Umum sudah tidak rasional lagi jumlahnya, maka sejak saat itu ditetapkan lah aturan tersebut, untuk masalah jumlah Angkutan Umum saat ini Jumlahnya sekitar 5000an Angkutan Umum yang terdaftar.” Tegasnya.

Kepolisan tidak sependapat dengan apa yang dikatakan Dinas Perhubungan menurut Suhada “Jumlah Angkutan Umum dikota Depok sampai dengan saat ini masih sangat tidak ideal, akibatnya kami dari pihak kepolisian sendiri kualahan dalam mentertibkan Angkutan Umum ”

Bukan hanya permasalahan terhadap ketertiban supir, Pemasalahan lain juga di alami oleh penumpang, diantaranya penumpang sering memberhentikan Angkutan Umum  di sembarang tempat.

“iya, emang Engga ada tempat yang disediakan buat penumpang disini, jadi gua berhenti-in angkutan umumnya dimana aja Gapapa dong, lagian, Halte dari sini jauh banget terus tempatnya gak bagus dan jorok, terang Ray saat ditanyakan di Jalan Pemuda Depok.

(AA,, GFR)

Posted on May 29, 2013, in Kriminal. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: